FPSB UII: Sebuah Kisah untuk Masa Depan (Pengalaman berdakwah di lingkungan dosen, mahasiswa, atau prodi FPSB)
Ditulis oleh Willi Ashadi
2015 merupakan awal langkah bagi saya dalam berdakwah di
fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB). Setelah 14 tahun menuntut ilmu, mengabdi dan berdakwah di Pondok Pesantren UII, saya diberi amanah untuk menjadi pengajar mata kuliah wajib universitas dibidang keagamaan fakultas psikologi dan ilmu sosial budaya. Meskipun berat meninggalkan almamater pondok pesantren UII, namun hal ini harus dijalani karena saya berpikir bahwa kesempatan untuk mengelola pesantren dan mengasuh santri pesantren UII yang diamanahkan kepada saya, saya rasa sudah cukup dan sekaligus memberikan kesempatan bagi pengasuh lainnya untuk mengabdi dan berbagi ilmu untuk kemajuan pesantren UII.
Seperti pada umumnya, ketika berada ditempat pengabdian atau di tempat kerja yang baru, tentunya memerlukan waktu untuk adaptasi. Baik dengan sesama dosen pengajar, para pegawai,
mahasiswa, kesatuan keamanan dan rekan rekan cleaning serta bagian tamanisasi. Namun saya bersyukur, tidak memerlukan waktu yang lama bagi saya untuk dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan keluarga besar fpsb UII dengan baik, alhamdulillah. Terlebih lagi saya sudah mengenal sebagian dari keluarga besar fpsb melalui dakwah. Mengingat saya beberapa kali diamanahi menjadi koordinator ONDI dan Pesantrenisasi sehingga sedikit banyaknya mengenal civitas fpsb UII mulai dari dosen, tendik sampai satuan keamanan FPSB UII.
Pada awalnya, saya hanya fokus dalam bidang pengajaran saja. Dimana saya dijadwalkan untuk mengajar di mata kuliah wajib universitas khususnya di bidang keagamaan. Saya masih ingat pada waktu itu yang menghubungi sekaligus menjadwalkan saya mengajar adalah almarhum Pak Topo (Allahuyarham). Tiap semester saya selalu dijadwalkan untuk mengajar di FPSB, baik di prodi Psikologi, Komunikasi, Hubungan Internasional dan Pendidikan Bahasa Inggris. Alhamdulillah, interaksi saya semakin luas khususnya di FPSB karena saya selalu silaturahmi di keempat program studi yang ada di FPSB UII.
Seiring berjalannya waktu, saya diberi amanah tambahan. Selain mengajar, saya diberi amanah sebagai koordinator Taklim di FPSB UII. Sebagai informasi tambahan bahwa Taklim merupakan kegiatan keagamaan yang sifatnya wajib bagi setiap mahasiswa UII secara umum dan mahasiswa FPSB untuk mengikutinya dan outputnya adalah lulus praktek ibadah (shalat) dan mampu Baca tulis Al qur’an (BTAQ). Amanah ini cukup lama saya emban sampai pada akhirnya pada tahun 2023 berakhir amanah sebagai koordinator taklim. Saya diizinkan untuk lanjut studi S3 di Malaysia tepatnya di IIUM. Namun sebelum saya berangkat ke IIUM melalui kaprodi HI yaitu Ibu Karina mengusulkan kepada dekanat FPSB UII Bu Uyun, Bu Resnia dan Pak Nizam, sebelum saya berangkat studi, saya diberi amanah sebagai Kepala Divisi Dakwah di FPSB UII.
Bersama dekanat, kami merumuskan kegiatan keagamaan antara lain Pengajian Bulanan, menjalin mitra dakwah di sekitar kampus UII, termasuk juga agenda doa bersama bagi anggota dan kerabat keluarga besar FPSB yang meninggal dunia.
Saat ini sudah satu dekade saya mengabdi di FPSB UII. tentunya banyak kisah, canda, tawa, suka dan duka saya alami bersama dengan keluarga besar FPSB UII. Namun, dari semua perjalanan saya mengabdi di FPSB UII mulai dari prodi sampai fakultas, salah satu kata kunci yang membuat kebersamaan sampai menumbuhkan rasa persaudaraan itu adalah dakwah. Saya merasa keluarga besar fpsb UII, sangat openminded ketika saya khususnya menggemakan dakwah di lingkungan FPSB UII. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Seperti adanya kajian rutin hari rabu di setiap pekan, kajian tematik keagamaan setiap bulan, pengajian milad FPSB bersama warga sekitar UII, termasuk juga mensupport kegiatan keagamaan bagi mahasiswa fpsb UII. Saya masih teringat bahwa suatu ketika ada orang tua wali mahasiswa dalam kegiatan pertemuan wali mahasiswa FPSB (POTMA), salah satu alasan mengapa putra putrinya berkuliah di FPSB UII khususnya karena ada catur darma yang ke empat yaitu Dakwah Islamiyah.
Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa dakwah Islamiyah merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas hidup baik dalam pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian serta social bermasyarakat. Hal ini sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa agama adalah Nasehat. Artinya jika seseorang menyampaikan dakwah, sama halnya menyampaikan nasehat. Karena dakwah itu berasal dari agama, dan isi dari agama adalah nasehat. Jika kita berdakwah, sama artinya kita memberikan nasehat. Manusia merupakan yang makhluk yang sering khilaf dan salah, oleh karenanya perlu senantiasa diberi nasehat dan dakwah.
Saya berdoa, semoga kultur dan kebiasaan untuk saling tawashau bil haqqi (saling nasehat menasehati kepada kebenaran) senantiasa selalu ada di lingkungan FPSB UII. Tentunya selama berinteraksi dan berkomunikasi sesama keluarga besar FPSB UII, pastinya ada kekurangan dan kekhilafan diantara keluarga besar FPSB UII. Namun, sebagai keluarga, tentunya kita memohon maaf jika ada kekhilafan yang terurai baik melalui lisan, tingkah laku serta perbuatan. Begitu juga bagi kita yang diminta-maafkan, tentunya dengan lapang dada untuk memaafkannya. Karena meminta maaf dan memberi maaf tidak merendahkan derajat kita bahkan Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang meminta maaf dan memberi maaf.
Sebagai penutup, honestly, bahwa hasil renungan ini bermula ketika saya berada di IIUM Malaysia dan saya tuliskan di kampus UII. Sekalipun jika dan seumpanya suatu saat FPSB UII harus berpisah, namun saya berharap dan berdoa semangat dakwah (saling nasehat menasehati kebenaran) serta menjaga silaturahmi senantiasa ada dan tumbuh sampai kapanpun. Karena dakwah dan silaturahmi merupakan bagian dari kewajiban bagi setiap kita.
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Imran 104)
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan meridhoi FPSB.
Tulisan dimuat dalam buku Refleksi Keberislaman di FPSB UII: Kesan, Pengalaman, dan Strategi Dakwah





