Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah menggambarkan Al-Qur’an sebagai Ma’dubatullah, hidangan Ilahi. Meski riwayat itu dinilai lemah, maknanya sangat indah dan tetap sejalan dengan pesan Al-Qur’an sendiri: bahwa kitab suci ini adalah rahmat dan petunjuk bagi manusia. Kata ma’dubah berasal dari kata adab, yang berarti himpunan nilai-nilai luhur dan tata laku yang indah. Dari akar kata ini kita memahami bahwa berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan hanya soal membaca, tetapi juga bagaimana bersikap dan beradab di hadapan firman Tuhan.
Disarikan dari Khutbah Ustadz Hangga Fathana di Youtube Masjid Al Muqtashidin FBE UII
